Sederet Sejarah Pembelian Pemain Penting Real Madrid Yang di Anggap Sukses

Real Madrid sering memboyong pemain hebat dari era ke era. Beberapa dari mereka sanggup menorehkan sejarah bersama-sama klub tapi tak sedikit pula yang urung. Namun tak begitu sulit tuk menentukan pembelian yang lalu menjadi legenda di klub. Mereka ialah pemain yang performanya menonjol dan meraih prestasi besar ketika didatangkan. Pemain ini mampu membayar lunas seluruh ekspektasi besar yang disematkan padanya meski kadang ada yang ditebus secara harga sangat mahal. Dibawah ini ada sederet sejarah pembelian penting Real Madrid yang saya copy dari web judi online terkenal di Indonesia.

  1. Zinedine Zidane: Sejak didampuk menjadi pelatih, Zidane sudah menorehkan prestasi hebat bersama dengan klub. Lagi, ia menikmati hal itu dalam kurun waktu belum lama. Walaupun begitu, Zidane pun dikenal lantaran kehebatannya menjadi pemain dan kontribusinya pada klub. Ia sekedar berada di klub kira-kira lima tahun namun mampu menautkan cerita hebat pada sejarah klub. Zidane telah menjadi satu pemain berkelas dunia sebelum joint Madrid. Pria berkebangsaan Prancis itu dihadirkan Los Blancos Agustus 2001 secara memecahkan rekor transfer dunia. Dari keseluruhan, Zidane bermain dalam 235 pertandingan dengan Madrid dengan membukukan 49 gol dan membentuk 57 assist. Kontribusi Zidane bagi Madrid ialah 1 gelar Liga Spanyol, 2 Piala Super, 1 Liga Champions, 1 Piala Super Eropa, serta 1 Piala Interkontinental.
  2. Claude Makelele: Zidane pernah mengkritisi pilihan Madrid yang melepas Makelele musim panas 2003 kepada Chelsea. “Mengapa musti melapisi cat emas kepada Bentley saat anda sudah kehilangan mesinnya?” ujar Zidane. Kritik Zidane tersebut cukup beralasan mengingat sang pemain memiliki peran penting buat Madrid. Makelele dihadirkan dari Celta Vigo didalam situasi yang kontroversial tetapi terbukti jadi pembelian bagus. Dalam 3 musim, Makelele dapat membantu klub jadi tim berkelas dunia. Dia merupakan gelandang terbaik yang mempunyai kelebihan dalam menghadang serangan lawan. Selama di klub, Makelele sanggup memberikan kontribusi besar berupa 2 gelar La Liga, 2 Piala Super Spanyol, 1 Liga Champions, 1 Piala Super Eropa serta 1 Piala Interkontinental. Saat Makelele pergi, Madrid kendala menemukan pengganti sepertinya.
  3. Cristiano Ronaldo: Daftar pemain berkualitas Real Madrid takkan lengkap tanpa Cristiano Ronaldo. Dia pernah jadi pemain termahal dunia tetapi kontribusinya bisa dikatakan luar biasa. Melihat keberhasilan Barcelona dengan Lionel Messi, Madrid perlu pemain yang dapat menyamai mereka. Lalu datanglah Ronaldo menuju Santiago Bernabeu secara memecahkan rekor transfer dunia usai menjadi bintang Manchester United. Selama 8 tahun memakai seragam Los Blancos, Ronaldo sudah selaku pencetak gol paling banyak klub di La Liga serta Liga Champions. Ia pun sudah membantu klub memenangi gelar La Liga dan 2 trofi Liga Champions. Berada di usia 32 tahun, Ronaldo terbilang kuat dan amat jauh dari kesan mau pensiun. Ronaldo sekarang menyandang status menjadi salah satu Best Player dan mengoleksi 3 Ballon d’Or sepanjang jadi ikon Madrid.
  4. Alfredo Di Stefano: Sejarah transfer Di Stefano dapat dibilang menarik. Awalnya, dia seharusnya bergabung bersama Barcelona namun justru di Real Madrid. Status Di Stefano barangkali belum bisa disamai Cristano Ronaldo di Madrid. Bahkan eksistensi legenda Argentina ini mungkin lebih tinggi dari klub masa itu. Los Blancos merasakan kesuksesan besar saat diperkuat Di Stefano. Mereka memenangi 8 gelar La Liga, 5 Liga Champions, 1 Copa del Rey, dan 1 Piala Interkontinental. Di Stefano pun tampil begitu tajam bersama Madrid secara 307 gol 396 laga. Hal itu pernah membuatnya menjadi penghasil gol paling banyak klub jelang dipecahkan Raul Gonzalez serta Cristiano Ronaldo.
  5. Luis Figo: Figo merupakan salah satu pembelian cukup kontroversial yang sempat dilakukan Real Madrid dan memberi dampak besar. Legenda Portugal ini sebelumnya ialah simbol Barcelona dan begitu dicintai para fans. Figo memenangi gelar La Liga dengan Barcelona selama 2 musim beruntun dan mengemas Ballon d’Or tahun 2000. Tetapi, semuanya menjelma saat presiden Los Blancos Florentino Perez punya ide tuk mengadakan proyek Los Galacticos. Madrid berhasil menjaring Figo dari klub rival secara memecahkan rekor transfer dunia. Sontak hal itu membuat marah seluruh fans Barcelona dan berasumsi Figo sebagai pengkhianat. Tiap balik ke Camp Nou, Figo melulu mendapat sambutan tak ramah dan bahkan pernah mendapat lemparan kepala babi, hal itu jadi salah satu momen ikonik didalam sejarah La Liga. Walaupun begitu, Figo sanggup memberikan prestasi pada Madrid dengan menjuarai 2 gelar Liga Spanyol, 1 Liga Champions, 1 Piala Super Eropa, serta 1 Piala Interkontinental.

Leave a Reply

Your email address will not be published.